Konferensi APPPTM Ke 3 : UMP Dukung Tradisi Riset dan Publikasi

Tingkatkan  nilai akreditasi program studi S2 dan S3 yang salah satu poin pentingnya di publikasi ilmiah, Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APPPTM) se Indonesia gelar konferensi nasionalnya yang ke 3 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (12/12). Konferensi yang bertajuk “Orientasi Program Pascasarjana PTM : Memperkuat Tradisi Riset dan Publikasi” ini diikuti oleh lebih dari 110 peserta yang terdiri dari rektor, direktur, ketua program studi dan mahasiswa pascasarjana perwakilan PTM wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta.

Konferensi ini sendiri baru berumur 5 tahun, berdiri sejak 2010, diprakarsai oleh kader persyarikatan yang ada di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Dr. Sudarno Shobron, MA (APPPTM) menjelaskan, alasan mendasar berdirinya APPPTM adalah untuk menghadapi tantangan pendidikan yang semakin komplekl, persaingan dalam dan luar negeri. “Persaingan itulah yang mendasari berdirinya asosiasi ini. Harapannya asosiasi ini dapat membawa pascasarjana PTM lebih maju ke depan,” katanya.

Ada 4 agenda besar dalam konferensi kali ini yaitu penyerahan secara simbolis Kartu Tanda Anggota (KTA) asosiasi, penandatanganan MoU, konsolidasi organisasi dan seminar nasional call for papers tesis serta disertasi. Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH menyambut gembira atas ditunjuknnya UMP sebagai tuan rumah. Bahkan rektor UMP sangat mendukung berbagai program dan upaya yang berkaitan dengan penguatan tradisi riset dan publikasi. Menurutnya, hasil riset yang baik adalah riset yang tidak hanya tersimpan di tumpukan berkas saja tetapi juga harus mampu terpublikasikan dengan baik sehingga memberikan kepentingan kemajuan pendidikan di masa datang. “Minimal riset bisa terpublikasikan melalui jurnal nasional. Semoga melalui konferensi ini dapat terdesiminasi dan terdokumentasi hasil riset dalam bentuk tesis dan disertasi, ” tuturnya. Rektor juga berharap konferensi ini dapat mempengaruhi UMP yang baru memiliki 1 program studi pascasarjana. Harapannya, ke depan UMP akan semakin meningkatkan kualitas yang salah satu indikatornya adalah bertambahnya jumlah program studi pascasarajana di UMP.


Sementara itu Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, MHum (Majelis Dikti PP Muhammadiyah yang juga guru besar program pascasarjana magister ilmu hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta) lebih banyak mengisahkan tentang posisi PTM di Indonesia. Menurutnya, perkembangan PTM di Indonesia cukup siginifikan, sampai dengan saat ini tercatat ada 165 PTM dengan 1090 program studi. Dari 1090 program studi tersebut ada 69 PTM terakreditasi A, 510 terakreditasi B dan 511 terakreditasi C. Ia menekankan agar PTM dapat semakin maju harus tidak selalu bergantung pada SPP mahasiswa. PTM harus mampu mengembangkan amal usahanya masing-masing.


Acara berjalan dengan sukses. Usai penyerahan KTA dan penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan seminar nasional call for papers tesis dan disertasi. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Peserta juga disuguhi traditional food dan kesenian ala Banyumas. Wakil Rektor Bidang Akademik UMP, Anjar Nugroho, SAg, MSI memastikan, UMP memanfaatkan konferensi ini dengan baik. Bukan hanya tentang bagaimana tujuan konferensi ini tercapai tetapi juga bagaimana UMP bisa memanfaatkan kesempatan untuk menampilkan diri sebaik mungkin di hadapan PTM lain. “Kita jadikan forum ini sebagai kesempatan mempercantik diri, menyambut tamu dengan baik, dan memberikan kesan positif. Keramahan UMP yang selama ini mereka dengar, harus benar-benar bisa mereka rasakan,” katanya. (Pra)

Sekretariat

Sekolah Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. A. Yani Pabean Tromol Pos I Surakarta 57102

Telp. 0271-717417 Eks. 159, 162, 201
Email: Sekretariat@asosiasipascaptm.or.id