City tour di Makam Raja Sidabutar Pulau Samosir

WhatsApp Image 2018 12 01 at 19.31.00

Usai menyelenggarakan Seminar dan Konferensi Nasional para peserta berserta pengurus Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah ' Aisyiah (APPPTMA) melakukan city tour di Parapat Danau Toba dan Pulau Samosir, Provinsi Sumatera Barat, (Sabtu, 01/12/2018).

Rombongan City Tour APPPTMA berangkat dari Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jl. Denai No.217, Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara 20371 atau tempat penyelenggaraan Seminar dan Konferensi Nasional menuju Parapat Danau Toba.  Setelah menempuh perjalanan sejauh 90 km atau selama lebih 4 jam. Akhirnya romongan tiba di salah satu danau dan pulau buah dari letusan Gunung Berapi di Kaldera SUMUT.

Esok harinya tepat pada Minggu, 02 Desember 2018 rombangan melakukan penyebrangan di Pulau Samosir menggunakan perahu dan bercengkrama dengan sejumlah kearifan lokal serta peninggalan sejarah yang ada di lokasi tersebut, sebelum mendarat di Di Pulau Samosir, rombongan yang menumpangi 2 kapal tersebut sempat memotret langsung Legenda Batu Gantung yang terdapat ditebing tepi pulau yang konon katanya disekitar area batu gantung dilarang mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak senonoh atau akan tertimpa sial.

IMG 20181202 210358 762

Selain itu rombongan menyusuri sejumlah produk lokal yang di perjual belikan di pulau samosir seperti kain ulos (kain asli adat batak) juga menikmati tarian tarian tradisional yakni Tari Sigale-Gale. Sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. Tari Sigale-Gale ini termasuk salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Samosir. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana.

IMG 20181202 102625 970

Terakhir rombongan berkujung ke Makan Sidabutar. Makam tersebut terbuat dari batu alam berukir kepala manusia dan beberapa makam kerabat raja di sekitarnya. Keunikan situs sejarah ini makam tidak tertanam di dalam tanah seperti makam umumnya, tetapi berada diatas permukaan tanah. Makam atau kuburan batu berada di desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir.

Sebelum masuk ke lokasi makam pengunjung diharuskan memakai kain ulos (Kain adat Batak Toba), dan ditemani seorang pemandu wisata yang berperan menceritakan sejarah raja-raja yang di kuburkan di area makam ini.

WhatsApp Image 2018 12 01 at 19.33.14

Didalam kepercayaan masyarakat Batak, kesaktian Raja Sidabutar terdapat pada rambut gimbalnya, rambut tidak boleh dipotong, kalau rambut itu lepas, bukan di buang tapi diikat diujung tombak, namanya Tunggal Pangaluan dan disimpan dalam Museum Rumah Batak.

Diatas makam, terlihat sebuah selendang dengan warna putih, merah dan hitam. Ketiga warna menjadi simbol spiritual. Putih, warna surga (kesucian). Merah, warna bumi (ketenangan). Hitam, warna bawah tanah (kematian).

Setelah melakukan study tour di pulau samosir rombongan kembali ke Kota Medan pada Ahad siang (02/12/2018)

By. Sumardi

Sekretariat

Sekolah Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. A. Yani Pabean Tromol Pos I Surakarta 57102

Telp. 0271-717417 Eks. 159, 162, 201
Email: Sekretariat@asosiasipascaptm.or.id