Sebagai bagian integral dari masyarakat, setiap individu memegang peran penting dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan orang lain. Ini menjadi lebih penting, terutama selama periode arus mudik Idul Fitri, saat keselamatan publik menjadi prioritas utama. Sebagai profesional di lapangan, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M, memahami pentingnya peran ini dan menekankan kepada setiap personel yang terlibat dalam keamanan publik.
Peran Penting dalam Operasi Ketupat Maung 2026
Pesan penting ini disampaikan oleh Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto saat berpartisipasi dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung 2026 yang diadakan di Lapangan Apel Mapolda Banten, Kota Serang, pada Kamis (12/3/2026). Dia menekankan bahwa tidak peduli siapa kita atau jabatan apa yang kita pegang, kita semua adalah bagian penting dari sistem yang lebih besar. Tanpa kontribusi dari setiap orang, sistem ini tidak akan berfungsi seperti yang seharusnya.
Pentingnya Disiplin dan Pemahaman Tugas
Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto juga mencatat bahwa keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran sangat bergantung pada disiplin dan pemahaman tugas yang dimiliki oleh setiap personel yang terlibat dalam operasi. Dia menekankan pentingnya setiap individu memahami dan menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik untuk mencegah kemungkinan penumpang tindih.
Keimanan dan Profesionalitas
Disamping kedisiplinan dan pemahaman tugas, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto juga menyatakan bahwa landasan moral dan keimanan adalah aspek penting dalam pengabdian kepada masyarakat. Dia mengajak semua pihak untuk menjalankan tugas mereka dengan keimanan penuh dan niat pengabdian yang kuat, meyakini bahwa setiap langkah yang diambil dalam menjaga masyarakat adalah bagian dari ibadah.
Operasi Ketupat Maung 2026
Operasi Ketupat Maung 2026, yang dipimpin oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.A.P., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya, dijalankan selama 13 hari mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026. Tujuan utama operasi ini adalah untuk memastikan arus mudik dan arus balik Idul Fitri berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Pemusnahan Barang Bukti
Setelah acara apel gelar pasukan, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, bersama unsur Forkopimda, melakukan pemusnahan barang bukti minuman keras hasil Operasi Pekat Maung 2026 di Mapolda Banten. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
