Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan energi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bersama dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan peninjauan terhadap penyalur Liquefied Petroleum Gas (LPG). Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3 dan 4 April 2026, dengan fokus pada wilayah Bekasi dan Jakarta Utara.
Tujuan dan Fokus Kegiatan Peninjauan
Peninjauan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Sentot Harijadi, serta Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap kelancaran penyaluran LPG di masyarakat.
Pada hari pertama kegiatan, yang berlangsung di Bekasi, tim melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi distribusi strategis. Peninjauan diawali dengan kunjungan ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Sapta Arta Setia, di mana fokus utama adalah pada pemantauan fasilitas dan sarana operasional untuk memastikan fungsi optimal dalam penyaluran LPG kepada masyarakat.
Memastikan Kualitas dan Kuantitas Penyaluran LPG
Tidak hanya di SPBE, peninjauan juga dilakukan di beberapa pangkalan LPG seperti Suwondo, Herman, dan Sriyatun di Bekasi. Di lokasi-lokasi tersebut, Dirjen Migas melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa LPG 3 kg yang disalurkan memenuhi standar dari segi berat dan kuantitas. Diskusi dengan pemilik pangkalan juga menjadi bagian penting untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga kelancaran distribusi LPG di wilayah tersebut.
Melanjutkan Peninjauan di Jakarta Utara
Pada hari kedua, peninjauan berlanjut ke Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tim mengunjungi SPBE Pertamina Trading and Services, di mana Dirjen Migas memastikan bahwa operasional LPG berjalan secara optimal serta mematuhi standar keselamatan yang berlaku. Hal ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyediaan energi.
Di Tanjung Priok, peninjauan juga dilakukan di pangkalan LPG Sumaryono, Lusy Vebriana, dan Hioe Muk Sien. Pengawasan di lokasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa kualitas dan kuantitas LPG sesuai dengan ketentuan yang ada, serta untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan di lapangan.
Pernyataan dari Pihak Pertamina
Freddy Anwar, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBB, menekankan bahwa Pertamina berkomitmen untuk memastikan distribusi LPG berjalan dengan baik di seluruh wilayah. Dia menyatakan, “Kami terus memantau secara rutin di seluruh jalur distribusi, mulai dari terminal, SPBE, hingga pangkalan gas LPG. Dengan cara ini, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh LPG dan menggunakannya secara bijak.”
Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, juga menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai upaya untuk memastikan pasokan LPG tetap terjaga. “Kunjungan ini mencerminkan sinergi dan pengawasan langsung dengan pemerintah untuk menjaga kelancaran pasokan LPG,” ujarnya.
Peran Teknologi dalam Penyaluran Energi
Dalam kesempatan yang sama, I Nyoman Adi Pradana, IT Manager Jakarta, menekankan peran vital teknologi informasi dalam mendukung penyaluran energi. “Sebagai pusat distribusi energi, IT Jakarta memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan energi melalui kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran LPG ke berbagai wilayah,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa Pertamina memastikan setiap proses berjalan dengan baik dan terpantau, sehingga pasokan LPG dapat terus tersalurkan dengan merata, memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga efisiensi distribusi.
Ketersediaan Energi yang Terjaga
Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkomitmen untuk memastikan ketersediaan LPG di wilayahnya tetap mencukupi. Koordinasi yang berkelanjutan dengan pemerintah dan mitra usaha terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi energi. Pertamina juga mengimbau masyarakat agar menggunakan LPG secara bijak dan tepat, demi mewujudkan distribusi energi yang merata dan berkelanjutan.
- Pemantauan rutin di seluruh jalur distribusi LPG.
- Diskusi dengan pemilik pangkalan untuk menjaga kelancaran distribusi.
- Peninjauan di SPBE untuk memastikan operasional optimal.
- Komitmen dari Pertamina untuk menjaga ketersediaan LPG.
- Pentingnya peran teknologi dalam penyaluran energi.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Pertamina dan Dirjen Migas, diharapkan pasokan LPG akan tetap stabil dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Peninjauan ini bukan hanya sekadar kegiatan formal, tetapi juga merupakan cerminan dari komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada publik.
