LBH HAMI Buton Tuntut Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan Selesaikan Konflik Internal

Terdapat desakan kuat dari LBH HAMI Buton kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton Selatan untuk segera meresolusi konflik internal yang sedang berlangsung di antara mereka. Konflik ini dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap masyarakat dan pembangunan di daerah tersebut.
Dampak Konflik Internal Terhadap Masyarakat dan Pembangunan Daerah
LBH HAMI Buton mencatat bahwa ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati berpotensi merugikan masyarakat dan menghambat proses pembangunan daerah. Keduanya dianggap tidak dapat fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka karena terbelit konflik.
Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan pada Kamis (12/3/2026), Apri Awo, sebagai Ketua LBH HAMI Buton, menegaskan bahwa konflik berkepanjangan ini dapat mengganggu proses pemerintahan dan pelayanan publik di daerah yang juga dikenal sebagai Bumi Gajah Mada.
Pengaruh Konflik Internal terhadap Program Pembangunan
Apri Awo menjelaskan bahwa berbagai program pembangunan yang seharusnya direncanakan dan dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat berpotensi terhambat karena konflik internal ini. Kedua pejabat daerah ini dianggap terlalu terfokus pada konflik tersebut sehingga mengabaikan tugas dan tanggung jawab mereka.
- Bupati dan Wakil Bupati harus memahami bahwa jabatan mereka adalah amanah rakyat.
- Perdebatan antarpejabat bukan hanya merusak citra daerah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
- Masyarakat sangat bergantung pada pelayanan pemerintah.
Tuntutan LBH HAMI Buton
LBH HAMI Buton menuntut agar konflik internal ini segera diakhiri sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Jika tidak, mereka siap mengambil tindakan hukum untuk melindungi kepentingan masyarakat.
Organisasi ini juga mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk DPRD dan organisasi masyarakat sipil, untuk mendorong perdamaian antara Bupati dan Wakil Bupati.
“Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati dapat segera menemukan titik temu dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya,” kata Apri Awo dalam pernyataannya. Dia juga berharap kedua pejabat daerah tersebut dapat kembali bekerja sama membangun Kabupaten Buton Selatan yang lebih baik.