
Sabtu, 28 Maret, diperkirakan akan menjadi puncak arus mudik bagi para perantau yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan lonjakan jumlah penumpang di terminal, dengan bus-bus beroperasi hingga kapasitas maksimal. Dalam situasi ini, muncul fenomena bus siluman, yaitu bus pariwisata yang beroperasi tanpa izin resmi.
Fenomena Bus Siluman di Terminal Bareh Solok
Bus yang dijuluki “bus siluman” ini tidak memiliki izin trayek reguler seperti yang dimiliki oleh bus antar kota antar provinsi (AKAP). Mereka juga tidak memiliki loket atau perwakilan resmi di terminal. Para penumpang biasanya diarahkan oleh calo-calo terorganisir yang membantu mereka memilih dan naik ke bus pariwisata, yang sebagian besar berasal dari pulau Jawa dan beberapa di antaranya sebelumnya membawa rombongan pulang basamo dari berbagai organisasi.
Operasi dan Rute Bus Siluman
Bus pariwisata ini beroperasi dari berbagai titik di Sumatera Barat. Umumnya, awak bus berangkat dari lokasi keberangkatan bus AKAP seperti Payakumbuh, Bukittinggi, Pariaman, dan Padang untuk mencari penumpang. Mereka juga sering kali melewati terminal dan loket yang ada, menawarkan jasa kepada penumpang yang tidak kebagian tiket atau yang butuh keberangkatan segera.
Tarif dan Fasilitas Bus Siluman
Tarif bus siluman umumnya lebih rendah dibandingkan dengan bus reguler, setara dengan kelas executive yang saat ini merupakan kelas terendah untuk rute Sumatera Barat – Jakarta. Biaya perjalanan bisa berkisar antara tujuh ratus ribu rupiah, dan sering kali dapat dinegosiasikan dengan agen atau awak bus, karena tidak ada tarif resmi yang ditetapkan oleh perusahaan.
- Tarif lebih rendah dibandingkan bus reguler.
- Dapat dinegosiasikan dengan agen atau awak bus.
- Beroperasi tanpa izin resmi.
- Sering kali berangkat dari titik bus AKAP.
- Menyediakan berbagai model dan warna bus.
Mengenai fasilitas, bus siluman ini bervariasi. Sebagian besar sudah dilengkapi dengan AC, dan konfigurasi kursi biasanya 2-2, meskipun jumlah kursi dapat berbeda-beda. Hanya sebagian kecil bus yang memiliki toilet, karena ini bukan menjadi standar bagi bus pariwisata. Ada juga bus yang sudah dilengkapi dengan fasilitas setara bus executive atau bahkan premium, tergantung pada operator masing-masing.
Rute Perjalanan dan Titik Turun
Dalam perjalanan, bus siluman mengikuti rute yang sama dengan bus reguler, termasuk tempat istirahat. Mereka akan berhenti di rumah makan yang biasa menjadi tempat singgah bagi bus reguler. Namun, titik turun penumpang tidak berada di terminal atau loket resmi seperti bus reguler. Di Jakarta, UKI Cawang menjadi lokasi utama untuk menurunkan penumpang, sementara di Tangerang, mereka cenderung memilih Tanah Tinggi atau Cikokol.
Tren Penurunan Jumlah Bus Siluman
Tahun ini, jumlah bus siluman yang beroperasi jauh menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya jumlah pemudik dari pulau Jawa ke Sumatera, yang berdampak langsung pada jumlah penumpang bus. Hal ini menunjukkan perubahan pola perjalanan masyarakat yang dapat menjadi perhatian bagi pihak berwenang dan operator transportasi.
Dengan meningkatnya kebutuhan transportasi yang aman dan terjangkau, penting bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk mengawasi dan mengatur keberadaan bus siluman ini. Meskipun mereka menawarkan tarif yang lebih rendah, risiko yang menyertai perjalanan dengan bus tanpa izin sangatlah tinggi. Masalah keselamatan, kenyamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi prioritas dalam pengelolaan transportasi publik di daerah ini.




