Anggaran Paskibraka Jakarta Membengkak, Kejati Diminta Segera Menginvestigasi

Jakarta – Isu terkait anggaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di DKI Jakarta kini menjadi sorotan publik. Center for Budget Analysis (CBA) menilai anggaran yang dialokasikan untuk Paskibraka terlalu besar dan mencurigakan. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa meski anggaran Paskibraka DKI Jakarta mengalami penurunan dari tahun 2025 ke 2026, penurunan tersebut dinilai tidak signifikan.
“Penurunan anggaran Paskibraka DKI ini hanya sekitar Rp568 juta, yang terlalu kecil,” jelas Uchok kepada wartawan, pada Senin (13/04/2026). Jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti Kabupaten Sleman, efisiensi anggaran yang dilakukan jauh lebih mencolok. Di Sleman, anggaran Paskibraka dipotong dari Rp1,8 miliar menjadi hanya Rp682 juta.
Anggaran Paskibraka DKI Jakarta: Besar dan Mencurigakan
Di Jakarta, anggaran untuk Paskibraka dikelola oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta, bekerja sama dengan suku dinas di enam wilayah. Pada tahun 2026, anggaran Paskibraka tercatat sekitar Rp12,9 miliar, naik dari Rp13,5 miliar pada tahun sebelumnya.
Menurut Uchok, besarnya anggaran ini menimbulkan banyak pertanyaan. Ia bahkan mengisyaratkan adanya potensi pemborosan dan dugaan praktik tidak wajar dalam pengadaan anggaran tersebut. “Gemuknya anggaran ini patut dicurigai sebagai lahan korupsi. Contohnya, harga dua spanduk saja bisa mencapai Rp1,2 juta,” tegasnya.
Ketidakberesan dalam Pengadaan Anggaran
Uchok juga mencatat pengadaan spanduk lain dalam rangka kegiatan pembinaan ideologi Pancasila, yang nilainya mencapai Rp641 ribu. “Harga dua spanduk saja, bisa mencapai Rp1.282.248 untuk Pelatihan Dasar-Dasar Kepaskibrakaan Bagi Paskibraka Provinsi DKI Jakarta,” lanjutnya.
Temuan-temuan ini mendorong CBA untuk mendesak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta agar segera melakukan audit menyeluruh. Mereka meminta agar auditor negara dilibatkan untuk memastikan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran tersebut.
Panggilan untuk Evaluasi Anggaran
Selain itu, CBA juga meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk segera melakukan evaluasi total terhadap anggaran Paskibraka. “Anggaran ini terlalu tinggi dan mahal. Harus segera dievaluasi,” pungkas Uchok.
Kasus ini berpotensi menarik perhatian publik, mengingat Paskibraka adalah kegiatan yang sarat dengan nilai nasionalisme. Namun, saat ini, perhatian lebih banyak terfokus pada penggunaan anggaran yang dianggap tidak efisien.
Perbandingan dengan Daerah Lain
Penting untuk mencatat bahwa perbandingan anggaran Paskibraka DKI Jakarta dengan daerah lain menunjukkan adanya ketidakselarasan. Sementara banyak daerah lain melakukan efisiensi anggaran yang signifikan, Jakarta justru mengalami lonjakan anggaran yang mencolok.
- Anggaran Sleman: dari Rp1,8 miliar menjadi Rp682 juta.
- Anggaran Paskibraka DKI Jakarta: Rp12,9 miliar pada 2026.
- Penurunan anggaran DKI Jakarta: hanya Rp568 juta.
- Contoh pemborosan: dua spanduk seharga Rp1,2 juta.
- Pengadaan spanduk untuk kegiatan ideologi mencapai Rp641 ribu.
Implikasi Anggaran yang Besar
Anggaran yang besar untuk Paskibraka di DKI Jakarta tidak hanya membawa pertanyaan mengenai efisiensi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi praktik korupsi. Setiap elemen pengadaan yang tidak transparan dapat mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan penggelapan dana publik.
Uchok menjelaskan bahwa anggaran yang tidak jelas dan tidak efisien dapat mengganggu tujuan utama dari kegiatan Paskibraka itu sendiri, yaitu menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme di kalangan generasi muda. “Jika anggaran ini disalahgunakan, maka nilai-nilai tersebut akan hilang,” tambahnya.
Peran Masyarakat dan Media
Peran masyarakat dan media dalam mengawasi penggunaan anggaran ini sangat penting. Dengan adanya transparansi dan pengawasan yang ketat, diharapkan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan yang mulia seperti Paskibraka dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.
Dalam era digital saat ini, informasi dapat dengan cepat tersebar. Masyarakat diharapkan untuk aktif mengawasi dan memberikan masukan terkait penggunaan anggaran publik. Media juga memiliki tanggung jawab untuk menyajikan informasi yang akurat dan mendidik publik mengenai penggunaan anggaran yang baik.
Mendorong Akuntabilitas dan Transparansi
Untuk memastikan bahwa anggaran Paskibraka digunakan secara efektif, diperlukan adanya mekanisme akuntabilitas yang kuat. Hal ini mencakup audit berkala dan laporan yang dapat diakses oleh publik. Dengan cara ini, masyarakat dapat mengetahui dengan jelas bagaimana anggaran tersebut digunakan.
Uchok menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengawas, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. “Hanya dengan cara ini kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah yang dihabiskan benar-benar untuk kepentingan rakyat dan negara,” ujarnya.
Signifikansi Nilai Nasionalisme
Paskibraka bukan hanya sekedar kegiatan seremonial. Kegiatan ini melambangkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dapat mencerminkan nilai-nilai tersebut, bukan justru menjadi ajang pemborosan anggaran.
Dengan mengoptimalkan penggunaan anggaran, diharapkan Paskibraka dapat menjadi contoh positif bagi generasi mendatang. Kegiatan ini harus ditujukan untuk menanamkan rasa kebanggaan terhadap negara dan memiliki dampak positif bagi masyarakat.
Panggilan untuk Tindakan
Dalam menghadapi masalah ini, semua pihak diharapkan untuk bersatu dalam mengawasi penggunaan anggaran. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta diharapkan segera menindaklanjuti desakan audit yang diajukan oleh CBA untuk memastikan bahwa pengelolaan anggaran berjalan baik.
Pemerintah daerah juga harus lebih responsif terhadap masukan dari masyarakat dan lembaga pengawas. Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak, diharapkan anggaran Paskibraka dapat digunakan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.
Mewujudkan Transparansi dan Akuntabilitas
Keberhasilan Paskibraka dalam menanamkan nilai nasionalisme tergantung pada pengelolaan anggaran yang baik. Oleh karena itu, perlu ada upaya lebih dari pemerintah untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan mencerminkan transparansi dan akuntabilitas.
Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa anggaran publik digunakan seefisien mungkin. Dengan cara ini, kita dapat membantu menjaga integritas dan tujuan dari kegiatan Paskibraka, serta mendorong masyarakat untuk lebih mencintai tanah air.



