
Di tengah maraknya peredaran rokok ilegal, Creative Democracy Center (CDC) Forum Mahasiswa dan Pemuda menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Merak. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, sebagai bentuk kontrol sosial terhadap isu serius yang melibatkan jaringan peredaran rokok ilegal di wilayah Banten.
Urgensi Pembongkaran Jaringan Peredaran Rokok Ilegal
Aksi yang dilakukan oleh CDC bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan merupakan panggilan untuk menuntut tindakan tegas terhadap peredaran rokok ilegal yang terus terjadi, terutama melalui jalur Merak–Bakauheni. Menurut CDC, permasalahan ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan penindakan terhadap barang bukti dan pelaku tingkat bawah, tetapi harus mencakup seluruh rantai distribusi yang terlibat.
Pada 11 Juni 2026, Kanwil Bea Cukai Banten dan Bea Cukai Merak mengungkapkan keberhasilan mereka dalam menggagalkan peredaran sebanyak 8.262.000 batang rokok ilegal dengan nilai sekitar Rp12,68 miliar. Potensi kerugian yang diderita negara akibat peredaran ini diperkirakan mencapai Rp7,9 miliar, menandakan betapa seriusnya masalah ini.
Pentingnya Pendalaman Kasus
Dalam menghadapi masalah ini, Bea Cukai dan Polri berkomitmen untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna melacak pemilik, pemasok, dan pihak-pihak yang berperan sebagai pemodal dalam jaringan penyelundupan rokok ilegal. Menurut Wildan, Direktur Eksekutif CDC, besarnya jumlah rokok ilegal yang berhasil ditangkap menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem distribusi secara menyeluruh.
- Membongkar jaringan di balik peredaran rokok ilegal.
- Mengidentifikasi pemasok dan pemodal yang terlibat.
- Menelusuri pihak yang memberikan perlindungan kepada pelaku.
- Melakukan proses hukum terhadap aktor intelektual.
- Memastikan tidak ada yang kebal hukum dalam penyelidikan.
Menghadapi Tantangan dalam Penegakan Hukum
CDC menyoroti angka penindakan yang signifikan oleh Bea Cukai Merak sepanjang Januari hingga Juli 2026, yang mencapai sekitar 52 juta batang rokok ilegal. Meskipun tindakan ini patut diapresiasi, CDC mengingatkan bahwa efektivitas pemberantasan tidak hanya diukur dari jumlah barang yang disita, tetapi juga dari kemampuan untuk membongkar jaringan peredaran rokok ilegal secara menyeluruh.
Wildan menekankan bahwa jika jutaan batang rokok ilegal terus ditemukan, masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana efektivitas pengawasan yang dilakukan. “Jangan sampai yang terlihat hanya penangkapan pelaku lapangan, sementara para pemodal dan pengendali jaringan tidak tersentuh,” ungkapnya. Ini menjadi sorotan penting mengingat jalur Merak adalah salah satu titik strategis dalam peredaran rokok ilegal.
Tuntutan Evaluasi dan Pertanggungjawaban
Dalam aksi tersebut, CDC secara khusus mendesak agar Kepala KPPBC TMP Merak mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas efektivitas pengawasan yang telah dilakukannya. Tuntutan ini ditempatkan sebagai langkah organisasi untuk menegaskan pentingnya evaluasi terhadap sistem pengawasan di daerah tersebut.
Wildan menegaskan, “Kami meminta Kepala Bea Cukai Merak untuk mundur sebagai pertanggungjawaban. Jika sistem pengawasan sudah dianggap optimal, maka harus dipertanggungjawabkan kepada publik. Namun, jika evaluasi menunjukkan adanya masalah serius, maka konsekuensi kepemimpinan harus diambil.” Ini menunjukkan keseriusan CDC dalam menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak berwenang.
Evaluasi Sistem Pengawasan Bea Cukai
CDC juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengawasan yang diterapkan oleh Bea Cukai, termasuk analisis celah distribusi yang mungkin ada melalui perusahaan jasa titipan. Sebelumnya, Bea Cukai Banten telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan jasa titipan sebagai bagian dari upaya untuk mencegah distribusi rokok ilegal.
Pemberantasan rokok ilegal harus dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya terbatas pada penangkapan pelaku di lapangan. Wildan menekankan pentingnya menelusuri setiap aspek dari hulu hingga hilir, memastikan bahwa semua pihak yang terlibat diusut sesuai dengan bukti yang ada.
- Mengidentifikasi semua aktor yang terlibat dalam jaringan distribusi.
- Telusuri sumber pemodal dan pemasok rokok ilegal.
- Usut pihak yang memberikan perlindungan kepada pelaku.
- Proses hukum terhadap oknum yang menyalahgunakan kewenangan.
- Jangan hanya menangkap pelaku kecil, tetapi bongkar jaringan besar.
Memastikan Keberlanjutan Tindakan
Wildan menegaskan bahwa CDC akan terus mengawasi permasalahan ini, dengan menyatakan bahwa rokok ilegal bukan sekadar masalah barang tanpa cukai. Di balik itu, terdapat rantai pasokan, distribusi, keuntungan ekonomi, dan potensi kehilangan penerimaan negara yang signifikan. Oleh karena itu, tuntutan mereka adalah untuk membongkar jaringan secara menyeluruh, bukan hanya berhenti pada pelaku di lapangan.
“Kami menyerukan agar tidak ada yang kebal hukum. Jika ditemukan aktor intelektual yang terlibat, mereka harus diusut berdasarkan alat bukti yang ada. Jangan berhenti pada siapa yang membawa barang, tetapi telusuri siapa yang memesan, siapa yang membiayai, dan ke mana distribusinya,” tegas Wildan.
Dengan demikian, diharapkan bahwa pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah jaringan peredaran rokok ilegal, yang merupakan tantangan besar bagi perekonomian dan kesehatan masyarakat. Hanya dengan pendekatan yang komprehensif dan bertanggung jawab, peredaran rokok ilegal dapat dibongkar dan dihentikan secara efektif.




