
Jakarta – Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, memberikan dukungan penuh terhadap tindakan tegas Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam menangani pelanggaran yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia. Menurut Willy, langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh peraturan yang ada di Indonesia dihormati oleh siapa pun yang datang ke tanah air.
Dukungan Terhadap Tindakan Tegas di Bali
Willy menekankan bahwa tindakan yang diambil di Bali terhadap para WNA yang melanggar aturan imigrasi patut untuk didukung. Ia bahkan menilai bahwa kebijakan ini sebaiknya diperluas ke berbagai daerah lain yang menjadi tujuan kedatangan WNA. “Saya rasa apa yang dilakukan di Bali dapat dijadikan contoh dan harus diterapkan di lokasi-lokasi lain yang ramai dikunjungi oleh WNA,” ungkapnya kepada wartawan pada Selasa (1/9/26).
Pentingnya Pendekatan Humanis dan Tegas
Willy juga menekankan bahwa pendekatan yang humanis dan tegas dari Dirjen Imigrasi adalah hal yang sangat dibutuhkan. Ia percaya bahwa langkah ini akan mengirimkan pesan yang jelas kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia sangat menghargai kedatangan WNA yang taat pada peraturan yang berlaku.
Ketegasan yang Berimbang
Politisi dari Partai NasDem ini menyatakan bahwa negara lain juga menerapkan ketegasan serupa terhadap para pendatang. Namun, ia memberikan pujian khusus kepada Hendarsam yang menerapkan pendekatan yang lebih humanis. “Sementara di beberapa negara ketegasan tersebut bisa berubah menjadi represif, Indonesia berusaha untuk menjaga keseimbangan dengan cara-cara yang lebih manusiawi,” tegasnya.
Permasalahan Sosial di Bali
Willy menyoroti sejumlah permasalahan sosial yang tengah dihadapi masyarakat Bali akibat kedatangan WNA. Beberapa isu yang muncul termasuk diskriminasi oleh WNA terhadap warga lokal, penguasaan ekonomi, hingga tindakan kriminal yang melibatkan WNA. “Kondisi di Bali saat ini memang memerlukan ketegasan dalam penanganan WNA, dengan pendekatan yang tetap humanis,” paparnya.
Kasus-Kasus Kriminal yang Meningkat
Belum lama ini, berita nasional melaporkan tentang WNA di wilayah lain yang terlibat dalam praktik ilegal seperti penipuan, judi online, dan kejahatan lainnya. Willy menegaskan bahwa banyak dari pelanggaran ini terjadi karena WNA menggunakan izin yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Dengan tegas, ia menekankan bahwa Komisi XIII akan terus mendukung upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian ini.
Peningkatan Upaya Pencegahan
Willy mengungkapkan pentingnya meningkatkan upaya pencegahan dari hulu ke hilir. “Sementara tindakan di lapangan adalah bagian hilir, kita juga perlu memperkuat aspek hulu, misalnya melalui teknologi deteksi lokasi dan sistem peringatan mengenai masa berlaku izin,” jelasnya. Ia menyatakan bahwa kementerian terkait sedang mengembangkan teknologi tersebut dan Komisi XIII siap memberikan dukungan penuh.
Strategi untuk Mencegah Pelanggaran Keimigrasian
Dalam konteks ini, Willy mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mencegah pelanggaran yang dilakukan oleh WNA. Menurutnya, langkah-langkah yang lebih proaktif harus diambil untuk memastikan bahwa semua WNA mematuhi regulasi yang ada. Hal ini tidak hanya akan melindungi kepentingan lokal, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pihak.
Kolaborasi Antar Instansi
Willy menekankan perlunya kolaborasi antar instansi dalam upaya pengawasan dan penegakan hukum terhadap WNA yang melanggar. “Kami berharap pihak imigrasi, kepolisian, dan instansi terkait lainnya dapat bekerja sama untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap keberadaan WNA di Indonesia,” katanya.
Pentingnya Pendidikan dan Kesadaran Hukum
Selain tindakan tegas, Willy juga menganggap pentingnya pendidikan dan penyuluhan hukum bagi WNA yang datang ke Indonesia. “Kita harus menciptakan kesadaran bagi mereka tentang peraturan yang berlaku di sini, sehingga mereka dapat beradaptasi dan menghormati norma-norma yang ada,” tambahnya.
Menjaga Citra Positif Indonesia
Willy menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas namun humanis akan membantu menjaga citra positif Indonesia di mata dunia. Hal ini penting agar Indonesia tetap menjadi tujuan wisata dan investasi yang menarik bagi WNA yang menghormati hukum dan peraturan yang berlaku.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Willy Aditya berharap agar langkah-langkah ini tidak hanya berhenti di Bali, tetapi juga diterapkan di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara yang aman dan nyaman bagi semua, baik untuk warga lokal maupun WNA yang taat hukum. Ia percaya bahwa dengan kolaborasi dan pendekatan yang tepat, permasalahan yang ada dapat diatasi dengan baik, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang dihormati di dunia internasional.




