
Dalam upaya menjaga keharmonisan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Sampang, sebuah pertemuan penting berlangsung di Pendopo Wakil Bupati. Pertemuan ini melibatkan dua tokoh berpengaruh, KH. Fauzan, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Karang Durin, dan Ustadz Mughni Musa, Lc., MA., selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sampang. Acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 15.00 WIB ini menjadi momentum berharga dalam memperkokoh hubungan antarumat beragama.
Suasana Hangat dalam Silaturahmi Pendopo
Dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan, pertemuan tersebut digagas oleh alumni Al-Azhar Mesir, Cholis Waidi, Lc., ME., yang menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Al-Zain Sampang, serta Dr. Ikrom Khaliladi, Lc., MPd., yang merupakan Dewan Pengasuh Ma’had Baitul Qur’an Madura dan Pembina SD Tahfidz Al-Maaher. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kedua tokoh untuk membangun komunikasi yang lebih baik di antara para ulama dan ormas Islam di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Sampang, KH. Ahmad Mahfudz, juga memberikan dukungan penuh terhadap acara ini dengan memfasilitasi tempat di Pendopo Wakil Bupati. Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas di tengah masyarakat Sampang yang beragam.
Dialog Terbuka untuk Memperkuat Persaudaraan
Selama pertemuan, terjadi dialog yang terbuka antara Kiai Fauzan dan Ustadz Mughni Musa. Keduanya sepakat untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang sempat muncul di antara mereka dengan semangat persaudaraan yang tulus. Kiai Fauzan menyambut baik kesempatan ini sebagai langkah untuk memperkuat tali silaturahmi.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul. Perbedaan pandangan dalam Islam adalah hal yang biasa, tetapi jangan sampai hal itu memecah ukhuwah kita. Mari kita jaga suasana yang kondusif di masyarakat Sampang,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Membuka Ruang untuk Komunikasi dan Kerja Sama
Kiai Fauzan menekankan pentingnya meluruskan kesalahpahaman dengan hati yang lapang. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga. “Yang sudah berlalu kita jadikan pelajaran, ke depan kita perkuat komunikasi dan kerja sama demi kemaslahatan umat,” tegasnya.
Di sisi lain, Ustadz Mughni Musa juga menyampaikan kebahagiaannya atas terbukanya kembali ruang silaturahmi dalam suasana yang kekeluargaan. “Kami dari PDM Sampang sangat menghargai inisiatif ini. Muhammadiyah siap bersinergi dengan semua pihak, termasuk para kiai NU dan pesantren. Mari kita tinggalkan perbedaan furu’iyah dan fokus pada hal-hal yang menyatukan,” ujarnya.
Tujuan Bersama dalam Masyarakat
Ustadz Mughni Musa menegaskan bahwa tujuan dari semua kegiatan ini adalah untuk memastikan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial berjalan dengan baik dan efektif bagi masyarakat. “Dengan silaturahmi ini, InsyaAllah hubungan kita akan semakin harmonis dan bisa menghadirkan suasana yang lebih sejuk bagi warga Sampang,” imbuhnya.
Agenda Konkret untuk Menguatkan Silaturahmi
Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa pertemuan ini bukan hanya bersifat simbolis. Ke depan, mereka berencana untuk mengimplementasikan agenda konkret bersama, seperti pengajian akbar, bakti sosial, dan forum diskusi antara pemuda NU dan Muhammadiyah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mewujudkan kerukunan yang lebih nyata di tengah masyarakat.
- Pengajian akbar untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah
- Bakti sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat
- Forum diskusi untuk membangun pemahaman bersama
- Kegiatan bersama antara ormas untuk meningkatkan sinergi
- Penguatan komunikasi di antara tokoh-tokoh agama
Dengan semangat saling menghormati dan berlapang dada, pertemuan ini diharapkan menjadi contoh nyata dalam merawat kerukunan dan memperkuat peran ulama serta ormas Islam dalam membangun Kabupaten Sampang. Melalui silaturahmi di Pendopo ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang lebih baik untuk kepentingan umat dan masyarakat secara keseluruhan.

