depo 10k slot depo 10k
#Bencana Longsor#Desa Sembahe#Headline#Polsek Pancurbatu#SibolangitBENCANA ALAMDELI SERDANGevakuasiHALO POLISINEWS MEDIA

Personel Polsek Pancurbatu Bantu Evakuasi Korban Longsor di Desa Sembahe

Peristiwa bencana alam seperti tanah longsor sering kali terjadi tanpa peringatan, meninggalkan dampak yang mendalam bagi masyarakat. Pada malam Selasa, 7 April 2026, Dusun 3, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, mengalami peristiwa tragis yang memerlukan penanganan cepat dan efektif. Dengan intensitas hujan yang sangat tinggi, sungai Sembahe meluap dan menyebabkan longsor, merenggut nyawa dan mengakibatkan kerugian bagi warga setempat. Dalam situasi darurat seperti ini, kehadiran aparat kepolisian, seperti personel Polsek Pancurbatu, sangat vital dalam proses evakuasi korban longsor dan pemulihan keadaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang upaya evakuasi korban longsor yang dilakukan oleh Polsek Pancurbatu dan dampak yang ditimbulkan dari bencana tersebut.

Peristiwa Longsor yang Menghancurkan

Bencana alam yang terjadi di Desa Sembahe ini bermula sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut membuat tanah menjadi jenuh air, sehingga memicu longsor di beberapa titik. Aliran sungai yang meluap menggenangi Jalan Jamin Ginting, yang merupakan akses utama bagi masyarakat setempat, dan menyebabkan longsor yang mengancam permukiman warga.

Respon Cepat dari Polsek Pancurbatu

Mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi S.H, segera menggerakkan anggotanya untuk merespons situasi darurat ini. Bersama dengan tim gabungan, mereka berangkat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan evakuasi korban.

Setibanya di lokasi, tim kepolisian menemukan bahwa sejumlah rumah di Dusun 3 telah tertimbun material longsor. Tanpa menunggu lebih lama, mereka langsung melakukan pencarian korban secara manual, mengingat waktu sangat berharga dalam situasi seperti ini.

Detail Kerusakan dan Korban

Menurut laporan, delapan unit rumah milik warga yang terdampak longsor, termasuk rumah-rumah milik Boy Simorangkir, Ros Br Ginting, Gobal, Gendut, Darma Ginting, Terusdi Ginting, Fernando Sembiring, dan Datuk, mengalami kerusakan parah. Tim evakuasi berusaha keras untuk menemukan korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Pencarian Korban yang Menegangkan

Pada pukul 21.00 WIB, tim berhasil menemukan korban pertama, Gobal (39), dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, orang tuanya, Sehat Br Tarigan (65), ditemukan dalam keadaan selamat namun mengalami luka berat. Ia segera dievakuasi ke RS Adam Malik untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Pencarian terus berlanjut hingga dini hari, didukung oleh alat berat excavator. Secara bertahap, tim menemukan korban lainnya, termasuk Rizky (14), Boy Simorangkir (51), Rosmawati Br Ginting (30), dan Jamila Br Ginting (40). Sayangnya, semua korban tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Data Korban dan Tindakan Selanjutnya

Data sementara mencatat bahwa total korban yang terlibat dalam bencana ini adalah lima orang yang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan tidak ada laporan mengenai korban luka ringan. Sekitar 25 warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi layak huni setelah bencana ini.

Pada Rabu pagi, 8 April 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung warga yang terdampak. Langkah ini adalah bagian dari upaya untuk memberikan perlindungan dan bantuan bagi para korban.

Pembersihan Material Longsor dan Normalisasi Akses Jalan

Proses pembersihan material longsor dan pencarian kemungkinan korban lainnya terus dilakukan oleh tim gabungan. Dalam upaya ini, mereka tidak hanya fokus pada pencarian korban, tetapi juga pada pemulihan kondisi lingkungan agar warga bisa kembali ke aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, akses Jalan Jamin Ginting yang sebelumnya terputus akibat longsor di dua titik mulai berhasil dibersihkan menggunakan alat berat. Arus lalu lintas dilaporkan kembali normal, sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa hambatan.

Peringatan Terhadap Potensi Longsor Susulan

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi S.H, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih bisa memicu bencana serupa. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor.

Bencana longsor di Desa Sembahe adalah pengingat akan betapa rentannya masyarakat terhadap bencana alam. Kerjasama antara aparat kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Keberadaan tim evakuasi yang cepat dan tanggap dapat menyelamatkan nyawa dan mempercepat proses pemulihan. Mari kita semua belajar dari tragedi ini dan meningkatkan kesadaran akan risiko bencana alam di sekitar kita.

Related Articles

Back to top button