104.426 Siswa Sumut Manfaatkan Program Sekolah Gratis dengan Anggaran Rp49,5 Miliar Disalurkan

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan suatu daerah. Di Sumatera Utara, program sekolah gratis telah menjadi terobosan signifikan yang memberikan akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat. Dengan anggaran yang cukup besar, pemerintah provinsi berkomitmen untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat untuk bersekolah karena masalah biaya. Di tahun 2026, tercatat lebih dari 104.000 siswa telah mendapatkan manfaat dari Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), sebuah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi ini.
Program Bersekolah Gratis di Sumut
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan dana sebesar Rp49,5 miliar untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) melalui PUBG. Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan gratis kepada siswa di 293 SMA, SMK, dan SLB negeri yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Sumut. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi beban finansial bagi orang tua, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Manfaat yang Dirasakan
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, T. Dewi Susanti Ujung, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pelaksanaan PUBG, sebanyak 104.426 siswa kini dapat belajar tanpa harus memikirkan biaya SPP, yang tentunya menjadi beban berat bagi banyak keluarga.
- 104,426 siswa mendapatkan akses pendidikan gratis.
- 293 sekolah negeri terlibat dalam program ini.
- 10 kabupaten dan kota di Sumut menjadi lokasi penerima manfaat.
- Anggaran mencapai Rp49,5 miliar untuk mendukung pendidikan.
- Pendidikan gratis diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan di Sumut.
Regulasi dan Kendala
Program PUBG ini didasarkan pada Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2026 yang mengatur tentang pengelolaan dana operasional pendidikan. Dengan regulasi yang jelas, diharapkan pelaksanaan program dapat berjalan lancar. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam sosialisasi kepada sekolah-sekolah tentang manfaat dan penggunaan dana tersebut.
Proses Penyaluran dan Monitoring
Pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada semua sekolah penerima manfaat dana PUBG untuk tahun ajaran baru 2026. Proses penyaluran anggaran ini direncanakan mulai efektif pada bulan Oktober 2026, di mana sekolah-sekolah akan mulai menerima dana untuk keperluan operasional pendidikan.
Disdik Sumut juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah dalam menyusun rencana kegiatan. Pendampingan ini penting untuk memastikan penggunaan dana sesuai dengan tujuan program, mulai dari penginputan data hingga pelaksanaan program di lapangan.
Rencana Masa Depan Program PUBG
Program PUBG tidak hanya berhenti di tahun 2026. Rencananya, program ini akan berlanjut hingga 2029 dengan perluasan cakupan penerima manfaat secara bertahap. Pada tahun 2027, program ini akan mencakup wilayah Pantai Barat, diikuti dengan perluasan ke Pantai Timur pada tahun 2028, dan akhirnya mencakup daerah Dataran Tinggi pada tahun 2029.
Dewi berharap, dengan perluasan ini, semua SMA, SMK, dan SLB negeri di Sumut dapat menerima dana dari program ini, sehingga cita-cita pendidikan gratis dapat terwujud secara menyeluruh.
Respons Masyarakat terhadap Program
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, M. Basir S. Hasibuan, menambahkan bahwa masyarakat sangat antusias terhadap program PUBG. Terutama di Kepulauan Nias, masyarakat merasa terbantu karena anak-anak mereka tidak lagi dibebani biaya tambahan untuk bersekolah.
“Masyarakat sangat berterima kasih, karena siswa kini hanya fokus untuk datang ke sekolah dan belajar. Ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kompetensi generasi muda,” ungkap Basir.
Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pemerintah Provinsi Sumut juga tidak hanya fokus pada biaya pendidikan. Perhatian terhadap sektor pendidikan semakin diperkuat dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Ini mencakup rehabilitasi ruang kelas yang rusak dan pembangunan kelas baru untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik.
“Respon masyarakat sangat luar biasa. Kami optimis, Insya Allah, pada tahun 2029, cita-cita pendidikan gratis di Sumut akan terwujud berkat program PUBG,” tambah Basir dengan penuh harapan.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan masyarakat, program sekolah gratis di Sumut diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam meningkatkan akses pendidikan. Langkah ini tidak hanya menjawab tantangan pendidikan saat ini, tetapi juga mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik.




