Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 70 Kepala KUA dan Pejabat Fungsional di Seluruh Aceh

Pada Rabu, 2 September 2026, Kepala Kanwil Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, melaksanakan pelantikan 70 pejabat fungsional, yang dilakukan secara luring dan daring. Acara ini berlangsung di aula Kanwil dan dihadiri oleh berbagai pejabat serta peserta dari seluruh Aceh.
Pelantikan yang Berarti bagi Kementerian Agama Aceh
Pelantikan ini mencakup berbagai posisi, termasuk Pejabat Fungsional dengan Tugas Tambahan, Kepala Madrasah, serta mereka yang mendapatkan Kenaikan Jenjang Jabatan. Kakanwil Kemenag Aceh berharap agar setiap pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, serta mampu beradaptasi dengan keadaan saat ini.
“Kami menginginkan agar jajaran Kemenag di mana pun berada, dapat memberikan pemahaman yang akurat kepada masyarakat mengenai perkembangan isu keagamaan dan kondisi yang terjadi di sekitar mereka,” ujarnya.
Pentingnya Pemahaman Lintas Sektor
Meski beberapa pejabat baru ini berasal dari madrasah dan bukan dari Kantor Urusan Agama (KUA), Kakanwil menekankan pentingnya pemahaman terhadap berbagai aspek layanan, termasuk isu-isu seperti pernikahan. Hal ini mencerminkan perlunya kolaborasi antar sektor untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Kita harus peka terhadap kondisi dan situasi yang terjadi di masyarakat, termasuk bencana yang melanda Aceh. Kami berharap para pejabat dapat menghidupkan penyuluhan dan berpartisipasi dalam pengajian masyarakat. Penting untuk peka terhadap masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan isu LGBT yang kini semakin marak,” tambahnya.
Peran Kepala Madrasah dalam Manajemen Pendidikan
Kakanwil juga menggarisbawahi harapannya terhadap kepala madrasah agar mampu melakukan manajemen yang baik dengan memperhatikan kapasitas dan kompetensi guru serta siswa. Pendekatan yang tepat dari setiap guru dalam menyampaikan materi pelajaran sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
“Dalam proses pembelajaran, penting bagi guru untuk menjelaskan materi dengan lebih mendalam kepada peserta didik. Penggunaan aplikasi pembelajaran tidak cukup, karena siswa juga memerlukan pendampingan dari guru,” papar Azhari.
Peran Operator dalam Masyarakat
Kakanwil juga menyerukan kepada para operator untuk berperan aktif dalam perbaikan dan pengembangan masyarakat. Sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.
- Kerja sama yang baik dapat meningkatkan pelayanan publik.
- Pentingnya pemahaman isu-isu sosial yang berkembang.
- Peran aktif dalam penyuluhan dan pengajian masyarakat.
- Manajemen pendidikan yang baik dapat mempengaruhi kualitas lulusan.
- Sinergi antar sektor untuk mencapai tujuan masyarakat.
Data Pejabat yang Dilantik
Dari total 70 pejabat fungsional yang dilantik, rincian distribusi jabatan berdasarkan wilayah adalah sebagai berikut: Aceh Utara sebanyak 25 orang, Aceh Besar 19 orang, Nagan Raya 8 orang, Aceh Tengah 5 orang, Pidie Jaya 5 orang, Aceh Barat 4 orang, Bireuen 2 orang, dan Kota Subulussalam 1 orang. Hal ini menunjukkan komitmen Kakanwil Kemenag Aceh dalam memperkuat struktur organisasi di seluruh provinsi.
Di antara pejabat yang dilantik, 37 di antaranya merupakan Kepala KUA. Dari mereka, Aceh Besar menyumbang 19 orang, Nagan Raya 8 orang, Aceh Tengah 5 orang, dan Pidie Jaya 5 orang. Kehadiran mereka dalam pelantikan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pelayanan di masing-masing wilayah.
Partisipasi dari Berbagai Wilayah
Pada acara pelantikan, peserta yang hadir di aula Kanwil berasal dari Aceh Utara, Aceh Besar, dan Nagan Raya. Kemenag Aceh Besar mengirimkan 19 Kepala KUA dan satu pejabat yang mengalami Kenaikan Jenjang Fungsional. Kehadiran berbagai perwakilan ini memperkuat kesatuan dan kolaborasi di antara jajaran Kemenag.
Pada pelantikan ini, beberapa pejabat, termasuk Plt Kabag TU, Kabid, dan para Kakankemenag, turut hadir baik secara langsung maupun melalui daring. Ini menunjukkan komitmen Kemenag Aceh untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tetap menjaga komunikasi yang baik di antara para pemangku kepentingan.
Kakanwil Kemenag Aceh menekankan bahwa dengan kerja sama dan rasa saling peduli di antara semua pihak, harapan untuk menciptakan masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat terwujud. Ini adalah cita-cita bersama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran Kemenag di Aceh.