Teror Beruntun, Polrestabes Medan Didesak Tangkap Aktor Intelektual Teror Rumah Mantan Cawalkot Sibolga
— Paragraf 1 —
MEDAN – Teror yang melanda kediaman mantan calon Wakil Wali Kota Sibolga, M. Fadhil Thoib Hutagalung (31) menjadi tamparan keras bagi aparat kepolisian di Kota Medan. Aksi premanisme terorganisir ini berulang kali terjadi tanpa ada satu pun aktor intelektual yang tersentuh hukum.
— Paragraf 3 —
Hal ini pun menjadi perhatian serius dari Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo (Cakep Sumut), Jauli Manalu. Ia menegaskan bahwa penyerangan ini bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan kejahatan terencana.
— Paragraf 4 —
— Paragraf 5 —
”Ini bukan iseng. Ini saya duga kuat merupakan rencana yang telah disusun rapi. Boleh tangkap pelaku, tapi ungkap aktor intelektualnya. Biar terungkap apa motifnya. Kasihan juga kalau hanya keroco yang ditangkap. Dia hanya menjalankan perintah, siapa bosnya. Itulah yang perlu diungkap Kapolrestabes Medan,” tegas Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo (Cakep Sumut), Jauli Manalu, Senin (14/9/2026) sore.
— Paragraf 7 —
Jauli menambahkan, jejak teror terhadap Fadhil mencatatkan pola yang sistematis. Pada Oktober 2023, saat Fadhil berlaga di Pilkada Sibolga, mobilnya disiram bensin dan dibakar OTK di kediamannya, kawasan Helvetia, Medan. Teror berlanjut pada 30 Juli lalu lewat pelemparan batu, hingga insiden terbaru pada 11 September 2026.
— Paragraf 9 —
Penelusuran data BTS (Base Transceiver Station) di sekitar Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, pada rentang pukul 03.00–04.00 WIB dapat mengidentifikasi sinyal komunikasi para eksekutor. Selain itu, jaringan CCTV jalanan dan kamera lalu lintas bisa dimanfaatkan untuk melacak safe house atau titik kumpul pelaku.
— Paragraf 11 —
”Sekarang tinggal kemauan Kapolres. Semuanya sudah digital, ada CCTV di mana-mana. Kalau tidak mau capek, mundur saja jadi polisi berarti tajinya sudah tumpul,” tegas Jauli.
— Paragraf 13 —
Jika polisi hanya berfokus pada eksekutor lapangan tanpa menyentuh dalangnya, kasus ini diprediksi akan bermuara pada alasan klasik seperti “sekadar iseng”. Jika itu terjadi, teror serupa dipastikan akan kembali terulang.
— Paragraf 14 —
— Paragraf 15 —
”Sekarang, Kapolres punya taji tidak. Tidak ada yang sulit. Semua serba digital, ada CCTV. Di jalan ada CCTV. Kalau tidak mau capek, mundur saja jadi polisi, berarti taji sudah tumpul. Masalahnya peristiwa teror ini berulang kali terjadi, bukan pertama,” ucapnya ketus.
— Paragraf 17 —
Hingga berita diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan jajarannya.
— Paragraf 19 —
Sebelumnya, Rumah mantan calon Wakil Wali Kota Sibolga, M. Fadhil Thoib Hutagalung (31) kembali menjadi korban teror pelemparan batu yang diduga orang suruhan. Aksi premanisme terorganisir ini berulang kali terjadi tanpa ada satu pun aktor intelektual yang tersentuh hukum. (Rom)




